Feeds RSS

Senin, 26 Mei 2014

Fenomena Pemilihan Presiden 2014 !! Merdeka Untuk Indonesia !!

Indonesia, ya saya tinggal di Negara Indonesia. Negara dengan segudang permasalahan, dengan segudang adat , budaya dan bahasa. Negara yang sangat dirindukan dan juga dibenci oleh rakyatnya. Negara yang membuat bangsa lain iri akan kekayaan Negara kami. Negara dengan jumlah penduduk kurang lebih 250 juta . Negara yang pernah menghadapi masa jayanya sebagai macan asia. Mungkin sebagian dari kita memilih tidak peduli dengan Bangsa ini, sebagian lagi memilih cinta kepada Bangsa ini karena tidak ada pilihan selain itu. Sebagian lagi, memilih berjuang demi kemajuan Bangsa , sebagian lainnya memilih mengambil keuntungan dari kepercayaan yang diberikan rakyat dan sebagian lainnya tidak akan cukup 100 halaman jika kita membahas tentang warga Indonesia terhadap Bangsa dan Negaranya. Tpi bagaimanapun , saya Cinta Indonesia karena di Indonesia ini saya lahir, besar, belajar , bermain dan melakukan segala aktifitas dengan aman, tanpa ancaman perang seperti di irak dan daerah timur tengah, semoga Indonesiaku dapat tetap seperti itu untuk anak cucuku nanti. Dan tahun ini Indonesia mengadakan pesta rakyat, pemilu. Pemilihan umum kali ini sangat disambut oleh rakyat Indonesia. Ada beberapa hal yang sebenernya membuat rakyat antusias pada pemilu kali ini, karena kinerja 5 tahun belakangan yang ternyata banyak mengecewakan kami rakyat Indonesia. Korupsi dimana- mana, permainan politik kotor dimana- mana.  
Dan kami sedang mempersiapkan pemilu capres cawapres. Pemilu ini akan dilaksanakan 9 juni mendatang. Kami akan memilih pemimpin Indonesia untuk 5 tahun yang akan datang . Tetapi lucunya, fenomena black campaign bukan lagi hal tabu di masyarakat kami. Apalagi kemungkinan hanya ada dua calon capres cawapres . Kemungkinan menang pun menurut saya 50% -50%, karena setiap calon punya hak yang sama untuk menang. Kita tak dapat memprediksi dengan tepat siapa yang akan menang. Dan tapi yang membuat saya miris dan lucu adalah masyarakat  sengaja dimanfaatkan kebingungannya dalam memilih, dimana sebenarnya saya dan mungkin kebanyakan masyarakat lain belum sembuh luka kami tentang kasus kasus korupsi yang terungkap dalam beberapa tahun terakhir kemudian kami harus dihadapkan pada pemilu yang sebenarnya kami belum siap untuk memilih mana wakil rakyat yang nantinya akan benar- benar membela kepentingan kami. Dan parahnya lagi, setahun belakangan kami sangat dibuat kaget oleh salah satu partai islam yang kaderny ternyata melakukan korupsi. Begitu teganya, saudara seiman kami megkhianati kami. Kami yang memilih mereka karena kami sebenarnya takut dipimpin oleh saudara yang bukan seiman dengan kami, kami yang percaya bahwa mereka- mereka yang disana tidak akan mengecewakan kami seperti partai lainnya. Jujur , kami terpukul.

Blck campaign yang beredar tidaklah lucu, karena menyangkut agama. Seolah masyarakat islam yang mayoritas di Indonesia dibuat bingung memilih. Yang katanya Calon A adalah orang Kristen yang membawa misi dari gerejanya. Ktaanya calon B kerabat-kerabatnya Kristen dan jangan dipilih. Saya melihat fenomena ini miris. Saya pribadi mengecam black campaign yang berlatar belakang agama, karena menurut saya masih lekat di pikiran kita bagaimana salah satu partai islam mengkhianati kami. Kami hanya butuh pemimpin yang dapat memberikan rasa aman pada rakyatnya, dapat memberikan kesejahteraan pada kami dan dapat berpihak pada kami yang kurang secara finansial. Tidak penting apa agamanya, selama pemimpin ini memiliki budi pekerti luhur, mempunyai rasa toleransi antar umat beragama kami rasa kami muslim akan tetap merasa aman. Memang, tidak ada jaminan kami akan aman ketika pemimpin Negara ini seseorang yang bukan islam. Tapi toh juga belum tentu kami aman ketika pemimpin kami juga islam. Mari masyarakat Indonesia memilih visi misinya, jangan hiraukan black campaign yang ada. Lihat latar belakang capres cawapres yang ada. Lihat bagaimana kinerja beliau- beliau, lihat bagaimana kredibilitas beliau. Dan jangan mau dibeli dengan uang. Kita masyarakat Indonesia harus menjadi pemilih yang cerdas. J