Indonesia, ya saya tinggal di Negara
Indonesia. Negara dengan segudang permasalahan, dengan segudang adat , budaya
dan bahasa. Negara yang sangat dirindukan dan juga dibenci oleh rakyatnya.
Negara yang membuat bangsa lain iri akan kekayaan Negara kami. Negara dengan
jumlah penduduk kurang lebih 250 juta . Negara yang pernah menghadapi masa
jayanya sebagai macan asia. Mungkin sebagian dari kita memilih tidak peduli
dengan Bangsa ini, sebagian lagi memilih cinta kepada Bangsa ini karena tidak
ada pilihan selain itu. Sebagian lagi, memilih berjuang demi kemajuan Bangsa ,
sebagian lainnya memilih mengambil keuntungan dari kepercayaan yang diberikan
rakyat dan sebagian lainnya tidak akan cukup 100 halaman jika kita membahas
tentang warga Indonesia terhadap Bangsa dan Negaranya. Tpi bagaimanapun , saya
Cinta Indonesia karena di Indonesia ini saya lahir, besar, belajar , bermain
dan melakukan segala aktifitas dengan aman, tanpa ancaman perang seperti di
irak dan daerah timur tengah, semoga Indonesiaku dapat tetap seperti itu untuk
anak cucuku nanti. Dan tahun ini Indonesia mengadakan pesta rakyat, pemilu.
Pemilihan umum kali ini sangat disambut oleh rakyat Indonesia. Ada beberapa hal
yang sebenernya membuat rakyat antusias pada pemilu kali ini, karena kinerja 5
tahun belakangan yang ternyata banyak mengecewakan kami rakyat Indonesia.
Korupsi dimana- mana, permainan politik kotor dimana- mana.
Dan kami sedang mempersiapkan
pemilu capres cawapres. Pemilu ini akan dilaksanakan 9 juni mendatang. Kami
akan memilih pemimpin Indonesia untuk 5 tahun yang akan datang . Tetapi
lucunya, fenomena black campaign bukan lagi hal tabu di masyarakat kami. Apalagi
kemungkinan hanya ada dua calon capres cawapres . Kemungkinan menang pun
menurut saya 50% -50%, karena setiap calon punya hak yang sama untuk menang.
Kita tak dapat memprediksi dengan tepat siapa yang akan menang. Dan tapi yang
membuat saya miris dan lucu adalah masyarakat sengaja dimanfaatkan kebingungannya dalam
memilih, dimana sebenarnya saya dan mungkin kebanyakan masyarakat lain belum
sembuh luka kami tentang kasus kasus korupsi yang terungkap dalam beberapa
tahun terakhir kemudian kami harus dihadapkan pada pemilu yang sebenarnya kami
belum siap untuk memilih mana wakil rakyat yang nantinya akan benar- benar
membela kepentingan kami. Dan parahnya lagi, setahun belakangan kami sangat
dibuat kaget oleh salah satu partai islam yang kaderny ternyata melakukan
korupsi. Begitu teganya, saudara seiman kami megkhianati kami. Kami yang
memilih mereka karena kami sebenarnya takut dipimpin oleh saudara yang bukan
seiman dengan kami, kami yang percaya bahwa mereka- mereka yang disana tidak
akan mengecewakan kami seperti partai lainnya. Jujur , kami terpukul.
Blck campaign yang beredar
tidaklah lucu, karena menyangkut agama. Seolah masyarakat islam yang mayoritas
di Indonesia dibuat bingung memilih. Yang katanya Calon A adalah orang Kristen yang
membawa misi dari gerejanya. Ktaanya calon B kerabat-kerabatnya Kristen dan
jangan dipilih. Saya melihat fenomena ini miris. Saya pribadi mengecam black
campaign yang berlatar belakang agama, karena menurut saya masih lekat di
pikiran kita bagaimana salah satu partai islam mengkhianati kami. Kami hanya
butuh pemimpin yang dapat memberikan rasa aman pada rakyatnya, dapat memberikan
kesejahteraan pada kami dan dapat berpihak pada kami yang kurang secara
finansial. Tidak penting apa agamanya, selama pemimpin ini memiliki budi
pekerti luhur, mempunyai rasa toleransi antar umat beragama kami rasa kami
muslim akan tetap merasa aman. Memang, tidak ada jaminan kami akan aman ketika
pemimpin Negara ini seseorang yang bukan islam. Tapi toh juga belum tentu kami
aman ketika pemimpin kami juga islam. Mari masyarakat Indonesia memilih visi
misinya, jangan hiraukan black campaign yang ada. Lihat latar belakang capres
cawapres yang ada. Lihat bagaimana kinerja beliau- beliau, lihat bagaimana
kredibilitas beliau. Dan jangan mau dibeli dengan uang. Kita masyarakat
Indonesia harus menjadi pemilih yang cerdas. J

