Feeds RSS

Kamis, 16 Mei 2013

Surat Cinta untuk Mas Reporter Metro TV :')


Dear mas reporter metro tv ,
Saya penggemar anda, jauh sebelum anda anda berada di dunia jurnalistik . Sekitar 10 tahun lalu, saya suka dengan anda. Yah, meski memang setelah itu sudah tidak, toh tapi sebenernya saya sedang mencari anda beberapa bulan ini.
Jadi begini ceritanya, entah angina apa yang membuat saya mengingat anda, kemudian saya mencoba mencari anda , awalnya di facebook. Nihil, sampai surat ini ditulis pun permintaan pertemanan saya belum juga diterima. Oke, disitu saya paham anda sibuk sehingga tidak sempat barang membuka facebook sebentar.
Kemudian lewat beberapa bulan, saya lupa kalau sudah meminta pertemanan di facebook. Kemudian saya mencoba mencari di twitter, baiklah ketemu, ada dua akun atas nama anda. Dimana yang satu sepertinya sudah lama tidak anda pakai, dan yang satu lagi baru beberapa hari lalu anda update status, waktu itu . Saya follow anda, tanpa meminta follow back sebenernya, hanya ingin tahu apa yang anda lakukan.
Tapi ternyata,tidak begitu. Beberapa hari kemudian anda men-follow saya. Anda tahu , bagaimana perasaan saya ketika itu? Seperti ada sesuatu yang meledak di dalam hati saya sampai rasanya ingin pingsan. Yah, saya bahagia. Apalagi kemudian anda membalas dm(direct message) saya, tiap menunggu anda membalas, saya menunggu dengan rasa gelisah. Saya berlebihan? Mungkin itu menurut anda, karena mungkin anda tidak mengerti bagaimana wanita bersikap ketika dia sedang jatuh hati.
Tapi, hati mulai resah sejak anda tidak lagi membalas dm saya, padahal jelas2 anda update status L . Hanya saja, saya yakin anda sedang sibuk, anda sedang tidak sempat bahkan membalas dm saya. Saya tidak berhenti disitu, saya kemudian mencari usaha lain untuk dekat dengan anda. Hanya untuk dekat, tak lebih, kalopun Allah mentakdirkan lain, saya bisa apa? Tapi prinsip saya, setidaknya saya berusaha dulu, toh Allah akan memberikan yang terbaik untuk saya, anda dan semuanya.
Saya mulai sms anda. Pertama, kedua, ketiga, dibalas. Setelah itu ga lagi dibalas :’). Tadinya saya menyerah, kemudian saya berhusnudzan, bahwa anda sedang sibuk saat itu. Kemudian , saya kembali sms anda kemarin, dan lagi, sms pertama, kedua, ketiga dibalas, setelahnya ga lagi dibalas.
Okelah, saya maklumi lagi. Sorenya saya sms lagi, bukan dengan nada pertanyaan seperti sebelumnya, tapi saya hanya ingin mengatakan bahwa “saya ada buat kamu”. Senang, sms saya kali ini dibalas “iya beb..” . Tahukah anda, meski dalam hati saya gembira, tapi sebenarnya saya hanya menantikan anda mengirim sms saya balik.
Dan meski kemaren malam dan tadi pagi saya mengirimi sms anda tapi tidak dibalas, sesungguhnya, saya masih mengharapkan anda me-sms saya.
kemudian, harus kah saya menyerah disini?
L

0 komentar:

Posting Komentar